Kemarin saya ke
Carrefour berniat untuk membeli minyak zaitun (EVOO: Ekstra Virgin Olive Oil)
yang kebetulan persediaan di rumah sudah habis. Minyak Zaitun sangat penting
bagi saya karna sangat serbaguna. Biasanya saya menggunakan produk minyak
zaitun dari mustika ratu (sudah kurang lebih 3 tahun). Tapi setelah saya
baca-baca di internet ternyata minyak zaitun yang di produksi oleh perusahaan
kosmetik dan skin care tidak murni dari minyak zaitun, melainkan sudah dicampur
dengan minyak esensial lainnya untuk menambahkan aroma. Oleh karena itu saya
memilih beralih menggunakan EVOO yang kandungan nutrisinya lebih tinggi
dibanding minyak zaitun jenis lainnya (Virgin olive oil, ekstra light olive
oil).
Ahirnya saya sampai
di depan rak yang berisi belasan merek minyak nabati seperti borges, bertolli,
flippo berio, dll . Rak ini didominasi oleh produk minyak zaitun dan ada minyak
lainnya seperti minyak biji anggur, canola oil, dan virgin coconut oil (VCO).
Saya cukup lama berada di depan rak ini karna saya membaca satu persatu
komposisi dari setiap produk, tapi sasaran saya waktu itu hanya EVOO.
Minyak-minyak ini hampir semuanya produk impor dari Eropa dan Arab. Ya wajar
saja karna memang buah zaitun tidak tumbuh di Indonesia, oleh karena itu tidak
mungkin ada produk minyak zaitun buatan lokal.
Tiba-tiba mata saya
tertuju pada satu produk virgin coconut oil (VCO) yaitu, Java Coconut Oil. Java
Coconut Oil merupakan satu-satunya
produk minyak kelapa, dan satu-satunya pula produk lokal di rak itu. Tiba-tiba terucap dari mulut saya "Ah ini
sinting"
*saya tiba-tiba
ingin jadi pengusaha VCO*
Silahkan baca :
Dari dua link
tersebut dapat digambarkan bagaimana minyak kelapa dibombardir oleh
minyak-minyak lain. Persaingan industri pun ikut ambil bagian dari runtuhnya
kepercayaan terhadap minyak kelapa.
Sebagai negara
dengan garis pantai yang sangat panjang dan beriklim tropis, pohon kelapa
merupakan berkah alam yang luar biasa besarnya. Dengan kandungan nutrisi yang
sangat baik seharusnya minyak kelapa lokal bisa bersaing dengan produk minyak
impor lainnya.
Saya pikir minyak
kelapa mempunyai peluang bisnis yang besar. Kalau masih berpikir sulit untuk
bersaing dengan industri minyak sawit yang produknya jauh lebih murah
dibandingkan minyak kelapa, mungkin ada peluang yang lebih besar di industri
kecantikan (beberapa artis hollywood menggunakan minyak kelapa sebagai rahasia
kecantikannya).
Sebenarnya bukan
minyak kelapa saja yang bisa menjadi peluang bisnis, tapi kita bisa
memanfaatkan kekayaan alam kita yaitu rempah-rempah. Rempah-rempah dapat diolah
menjadi minyak nabati yang memiliki nilai ekonomis seperti misalnya Minyak
kemiri dan minyak wijen.
Saya tidak mau
berlama-lama di depan rak minyak nabati ini, semuannya membuat saya pusing.
Akhirnya saya tidak jadi membeli EVOO, saya memutuskan untuk membeli Java Coconut Oil saja. Seperti kata Titik
Puspa dan Direktur Maspion, "cintailah produk-produk Indonesia".
Sekian.
Sumber gamba:
google.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar