Sabtu, 01 Oktober 2016

Barisan Minyak Nabati


Kemarin saya ke Carrefour berniat untuk membeli minyak zaitun (EVOO: Ekstra Virgin Olive Oil) yang kebetulan persediaan di rumah sudah habis. Minyak Zaitun sangat penting bagi saya karna sangat serbaguna. Biasanya saya menggunakan produk minyak zaitun dari mustika ratu (sudah kurang lebih 3 tahun). Tapi setelah saya baca-baca di internet ternyata minyak zaitun yang di produksi oleh perusahaan kosmetik dan skin care tidak murni dari minyak zaitun, melainkan sudah dicampur dengan minyak esensial lainnya untuk menambahkan aroma. Oleh karena itu saya memilih beralih menggunakan EVOO yang kandungan nutrisinya lebih tinggi dibanding minyak zaitun jenis lainnya (Virgin olive oil, ekstra light olive oil).

Ahirnya saya sampai di depan rak yang berisi belasan merek minyak nabati seperti borges, bertolli, flippo berio, dll . Rak ini didominasi oleh produk minyak zaitun dan ada minyak lainnya seperti minyak biji anggur, canola oil, dan virgin coconut oil (VCO). Saya cukup lama berada di depan rak ini karna saya membaca satu persatu komposisi dari setiap produk, tapi sasaran saya waktu itu hanya EVOO. Minyak-minyak ini hampir semuanya produk impor dari Eropa dan Arab. Ya wajar saja karna memang buah zaitun tidak tumbuh di Indonesia, oleh karena itu tidak mungkin ada produk minyak zaitun buatan lokal.

Tiba-tiba mata saya tertuju pada satu produk virgin coconut oil (VCO) yaitu, Java Coconut Oil. Java Coconut Oil  merupakan satu-satunya produk minyak kelapa, dan satu-satunya pula produk lokal di rak itu. Tiba-tiba  terucap dari mulut saya "Ah ini sinting"

*saya tiba-tiba ingin jadi pengusaha VCO*

Silahkan baca :

Dari dua link tersebut dapat digambarkan bagaimana minyak kelapa dibombardir oleh minyak-minyak lain. Persaingan industri pun ikut ambil bagian dari runtuhnya kepercayaan terhadap minyak kelapa.

Sebagai negara dengan garis pantai yang sangat panjang dan beriklim tropis, pohon kelapa merupakan berkah alam yang luar biasa besarnya. Dengan kandungan nutrisi yang sangat baik seharusnya minyak kelapa lokal bisa bersaing dengan produk minyak impor lainnya.

Saya pikir minyak kelapa mempunyai peluang bisnis yang besar. Kalau masih berpikir sulit untuk bersaing dengan industri minyak sawit yang produknya jauh lebih murah dibandingkan minyak kelapa, mungkin ada peluang yang lebih besar di industri kecantikan (beberapa artis hollywood menggunakan minyak kelapa sebagai rahasia kecantikannya).

Sebenarnya bukan minyak kelapa saja yang bisa menjadi peluang bisnis, tapi kita bisa memanfaatkan kekayaan alam kita yaitu rempah-rempah. Rempah-rempah dapat diolah menjadi minyak nabati yang memiliki nilai ekonomis seperti misalnya Minyak kemiri dan minyak wijen.

Saya tidak mau berlama-lama di depan rak minyak nabati ini, semuannya membuat saya pusing. Akhirnya saya tidak jadi membeli EVOO, saya memutuskan untuk membeli  Java Coconut Oil saja. Seperti kata Titik Puspa dan Direktur Maspion, "cintailah produk-produk Indonesia".
Sekian.


Sumber gamba: google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar