Jumat, 19 Februari 2016

Kisah Punan, Anak Perantauan


Punan kini sudah kelas 6 SD
Sedikit lagi menempuh ujian
Namun Punan memiliki keresahan
Biaya-biaya pendidikan berkelanjutan tak tahu untuk siapa dibebankan

Punan resah
Punan ingin bersekolah
Punan bingung
Punan tak tega jika hanya ibu yang menanggung

 Didalam keresahannya punan tetap selalu berusaha
Tekatnya memang selalu membara
"selalu ada jalan bagi umat-Nya" itu katanya

Setelah ujian kelulusan Punan bahagia
Sebab nilainya adalah bukti nyata perjuangan yang tak sia-sia
Punan mendapat tawaran dari Bu Susi
Ikut ke Jakarta untuk menempuh jenjang yang lebih tinggi

Punan ingin
Tapi Punan gelisah
Bagaimana bisa ia meninggalkan ibunda
Bagaimana bisa ia meninggalkan ayam-ayam yang kokoknya menjadi sumber semangatnya

"ibu merestui kepergianmu untuk masa depanmu Nak" kata Ibu Punan
Kalimat itu satu-satunya alasan Punan mau ikut Bu Susi ke Jakarta
Meninggalkan kehidupan desa yang bersahaja
Menyambut hiruk-pikuk kemajemukan Ibu Kota

Sekarang disini Punan
Melangkah sebagai perantauan
Di tanah tempat orang-orang menanam pohon-pohon kesejahteraan
Atau
Disinilah Punan
Di kota lumbung masalah dan keserakahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar