Punan kini sudah
kelas 6 SD
Sedikit lagi menempuh
ujian
Namun Punan memiliki
keresahan
Biaya-biaya
pendidikan berkelanjutan tak tahu untuk siapa dibebankan
Punan resah
Punan ingin
bersekolah
Punan bingung
Punan tak tega jika
hanya ibu yang menanggung
Didalam keresahannya punan tetap selalu
berusaha
Tekatnya memang
selalu membara
"selalu ada
jalan bagi umat-Nya" itu katanya
Setelah ujian
kelulusan Punan bahagia
Sebab nilainya
adalah bukti nyata perjuangan yang tak sia-sia
Punan mendapat
tawaran dari Bu Susi
Ikut ke Jakarta
untuk menempuh jenjang yang lebih tinggi
Punan ingin
Tapi Punan gelisah
Bagaimana bisa ia
meninggalkan ibunda
Bagaimana bisa ia
meninggalkan ayam-ayam yang kokoknya menjadi sumber semangatnya
"ibu merestui
kepergianmu untuk masa depanmu Nak" kata Ibu Punan
Kalimat itu
satu-satunya alasan Punan mau ikut Bu Susi ke Jakarta
Meninggalkan
kehidupan desa yang bersahaja
Menyambut
hiruk-pikuk kemajemukan Ibu Kota
Sekarang disini
Punan
Melangkah sebagai
perantauan
Di tanah tempat
orang-orang menanam pohon-pohon kesejahteraan
Atau
Disinilah Punan
Di kota lumbung
masalah dan keserakahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar